Kamis, 28 Februari 2019
“123 SAYANG SEMUANYAâ€
Seminar Parenting di Kelompok Bermain dan TK Santa Angela Tema "1 2 3 Sayang Semua".
Setiap keluarga mengharapkan adanya kasih sayang diantara anggota keluarganya. Namun seringkali yang terjadi adalah perselisihan dan perdebatan dalam keluarga yang membuat anggota keluarganya menjadi tidak nyaman. Terkadang, anak membuat keonaran di keluarga maupun di sekolahnya, dan orangtua cenderung menyalahkan pengaruh lingkungan yang membuat anaknya memiliki masalah seperti itu. Lalu, mengapa bukan orangtua yang menjadi pengaruh terbesar dalam hidup anak itu? Apakah yang kurang tepat dalam perkembangan keluarga ini? Ada pula kasus dimana anak memunculkan banyak masalah dan pada akhirnya, orangtua tidak tahan dengan “kenakalan†dari anak ini, dan memunculkan label yang kurang baik pada anak, contohnya saja anak nakal, anak durhaka, dsb. Tapi, apakah betul anak itu lahir sebagai anak yang nakal? Adakah anak yang terlahir sebagai anak durhaka? Bukankah anak lahir dengan tampilan sebagai anak yang putih, bersih dan tidak ternoda?
Melihat dari permasalah keluarga seperti itu, maka harapan membentuk keluarga yang saling menyayangi dari keluarga itu, menjadi terasa sulit dan berat. Emosi keluarga yang kurang matang dapat membentuk anak yang kurang matang juga secara emosional. Maka apa yang perlu dilakukan untuk menciptakan suasana emosi yang positif dalam keluarga?
Orang tua diharapkan memiliki kecerdasan emosional yang lebih baik dibandingkan anaknya, karena anak cenderung mencontoh perilaku dan tindakan dari orangtua secara konkrit daripada mendengarkan nasehatnya. Jika orangtua dapat menjadi contoh bagi anaknya, maka diharapkan orangtua pun dapat menjadi pengaruh yang terbesar bagi anaknya dan situasi saling menyayangi dalam keluarga pun diharapkan dapat tercipta.
Cara yang harus dilakukan orangtua untuk menciptakan situasi emosi yang baik dalam keluarga :
1. Menyadari dirinya sendiri --> Orangtua perlu menyadari terlebih dahulu, apa yang menjadi kekuatan, kelemahan dan masalahnya sendiri, sebelum menunjukkan kekuatan dan kelemahan anak. Dengan cara ini, diharapkan orang tua dapat mengantisipasi situasi dalam keluarga, tidak lepas kendali, dan dapat lebih memberikan apresiasi yang tepat bagi anaknya
2. Mengatur emosi dan suasana hati --> Kemampuan orangtua untuk mengatur suasana hati yang baik, mengendalikan ekspresi emosinya, dapat dicontoh oleh anaknya secara langsung daripada menasehati anak bagaimana cara agar ia mengendalikan dirinya.
3. Memotivasi diri --> Orangtua yang mudah menyerah dan mudah frustrasi dapat membentuk anak yang cemas dan kurang percaya diri. Meskipun memiliki masalah, namun diharapan orangtua tetap mengatur kemampuannya mengekspresikan diri dan tetap membentuk keyakinan pada anak untuk dapat keluar dari masalah.
4. Mengendalikan keinginan --> Tidak semua hal yang diinginkan anak dapat selalu diperoleh anak, dan hal ini perlu diterapkan pada anak dengan tidak selalu memberikan apa yang diinginkannya. Begitu juga dengan keinginan orang tua, dimana orangtua perlu mengendalikan keinginannya yang dianggap kurang penting di hadapan anak.
5. Keterampilan berelasi sosial --> Menyapa, bersikap ramah dan tahu bagaimana menempatkan diri adalah bagian dari kemampuan membangun relasi yang baik. Orangtua perlu menjadi jembatan bagi anak untuk mengembangkan kemampuannya bergaul dengan orang lain secara benar. Mau meminta maaf, berterima kasih dan meminta tolong, juga bagian dari kemampuan membangun relasi sosial.
Disamping mengembangkan kemampuan dalam mengelola emosi, orangtua juga perlu mengenal anaknya lebih baik. Kenali apa yang menjadi minat dan bakatnya, serta tidak memaksakan keinginannya pada anak. Saat ini IQ bukanlah segalanya untuk mencapai suatu kesuksesan. Kemampuan berelasi sosial, mengendalikan emosi dan mengenal dirinya lebih baik, jauh lebih memiliki nilai positif dalam mengembangkan kesuksesan pada anak. Maka orangtua perlu mengenal dulu apa yang menjadi minat anak yang masih mudah berubah, dan mencoba mengembangkan yang mungkin menjadi bakat dan minatnya, tanpa memaksa anak.
Beberapa minat yang menjadi gambaran minat dan bakat anak antara lain :
1. Minat Bahasa
2. Minat Hitungan
3. Minat Intrapersonal (Pengenalan diri)
4. Minat Berelasi sosial
5. Minat Musik
6. Minat Geometri dan Spasial
7. Minat Kinestetik / motorik
8. Minat Alam
Dengan mengenal minat dan bakatnya, maka diharapkan anak dapat berkembang lebih baik dan menaruh keyakinan diri dalam dirinya dan kondisi emosi yang positif pun dapat lebih tercipta.
Windu Wulan Sari, S.Psi., Psikolog
"Usakan secara khusus supaya terdapat persatuan dan kserasian dalam tujuan dan sehati sejiwa. (Warisan 10:7)"